Mati itu untuk orang lain

Hari ini tetanga sebelah rumah gw meninggal dunia. Sehari sebelumnya beliau masih ngobrol sama gw, malam kena serangan jantung dan siang hari berikutnya meninggal. Kematian bagi yang hidup mungkin terlihat biasa saja,  kadang kita berpikir yang meninggal itu cuma orang lain. Giliran kita masih lama dan hidup masih terus berjalan. Itulah yang membuat manusia masih terus melakukan dosa. Karena merasa giliran kita masih lama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s